Berita

Mahasiswa Harus Mampu Menjadi Cahaya Dalam Kegelapan


Latihan Kader (LK) HMI Komisariat Universitas Majalengka di sekretariat HMI Cabang Majalengka,. kemarin. Tati/KC Online

MAJALENGKA,(KC Online).““

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi kader harus menciptakan kader “pemberontak”- dalam menyuarakan kebenaran dan keadilan yang tidak berpihak terhadap kepentingan rakyat.

Jika kader HMI melakukan itu dengan ikhlas dan konsisten bukan tidak mungkin HMI bakal mendapatkan kepercayaan di masyarakat dan kembali berjaya seperti di masa lalu.

Penegasan itu disampaikan salah seorang narasumber Latihan Kader (LK) HMI Komisariat Universitas Majalengka, Jejep Falahul Alam ketika mengisi materi manajemen aksi, di sekretariat HMI Cabang Majalengka, kemarin.

Menurut wartawan HU Kabar Cirebon ini, seharusnya kehadiran mahasiswa harus memberikan kontribusi positif dan memberikan solusi terhadap beragam permasalahan yang terjadi di lingkungan masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu menjadi cahaya dalam kegelapan di tengah gelap gulitanya himpitan persoalan yang membelit kepentingan umat dan masyarakat,”- ujar alumni IAIN Syekh Nurjati ini.

Maka dari itu, kata dia, mahasiswa harus bergerak cepat dan melawan ketidakberdayaan, masyarakat, kendati terkadang gerakan moral itu dianggap ada kepentingan di balik semua itu.

“Biarkan saja orang lain menuding negatif tentang pergerakan kita, yang terpenting asalkan kita tidak melakukanya. Yang terpenting niati sikap dan tindakan kita itu memperjuangkan hak-hak rakyat yang diberengus oleh oknum penguasa,”- tegasnya.

Dijelaskan Jejep, mengapa mahasiswa harus melakukan demo, karena memang sejarah telah membuktikan berbagai peristiwa besar di dunia termasuk di negeri ini, tidak lepas dari aktor intelektual di belakangnya yakni mahasiswa yang turun ke jalan.

Kaum intelektual itu diwakili masyarakat kampus (mahasiswa) sering menjadi penggagas utama dalam setiap perubahan yang terjadi dewasa ini.

“Latar belakangan aksi atau demo harus menyangkut kepentingan hajat hidup orang banyak, menjawab kegelisahan masyarakat, aspirasi rakyat yang tidak tercapai, musuh bersama, kinerja pemerintah yang lamban dan lain sebagainya,”- ungkapnya.

Ketua Panitia Pelaksana LK I HMI, Syekhril Ibnu Anggora didampingi panitia Agi Muhlis Bahari mengatakan, pelaksanaan LK HMI ini baru awal dari semuanya. Karena itu selaku kader HMI sudah semestinya melaksanakan kaderisasi agar kuantitas dan kualitas seimbang.

“Kader HMI harus memiliki intelektual, wawasan yang luas, dan militansi yang tinggi agar bisa dibedakan dengan mahasiswa lainnya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,”- tuturnya.(Tati/KC Online)

Sumber : KabarCirebon

loading…




To Top
TERHANGAT