All for Joomla All for Webmasters
Peristiwa

Bareskrim Gerebeg Penampungan Benih Lobster di Cinangka


SERANG – Penampungan benih lobster di Desa Karang Suraga, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang digerebeg patugas Bareskrim Mabes Polri, Senin (16/4/2018).

Dari lokasi penampungan ini, petugas berhasil mengamankan sebanyak 50.000 benih lobster dengan nilai sekitar Rp10 miliar.

Kanit Dittipiter Bareskrim Polri, Kompol Agung Yuda Adi Nugraha mengatakan bahwa dalam penggerebekan itu pihaknya juga mengamankan sebanyak 10 orang terduga pelaku penampungan benih lobster.

“Ada 10 orang dari mulai penjaga hingga bagian packing yang kita amankan dari lokasi penampungan. Bibit lobster sebanyak 50.000 ekor ditaksir sekitar Rp10 miliar,” ungkap Kompol Agung kepada wartawan seraya mengatakan para pelaku beroperasi sejak 3 April 2018.

Dikatakan bahwa, pengungkapan kasus penampungan baby lobster ilegal itu saling berkaitan dengan kasus sebelumnya. “Informasi ini dari hasil pengembangan kasus penangkapan sebelumnya, kemudian kita kembangkan dan akhirnya kita temukan di sini,” ungkapnya.

Dikatakan bahwa, penampungan baby lobster ilegal itu ada bos besar yang menggerakkan. Saat ini pihaknya tengah melakukan pengejaran. “Kasus Ini ada bos besar yang menggerakan, ini masih pengejaran kita. Indentitasnya sudah kita pegang, masih terus kita kejar,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Cilegon, AKBP Rizki Agung Prakoso mengatakan dalam aksinya para pelaku menyewa villa yang dijadikan tempat penampungan benih lobster.

“Informasinya para pelaku ini menyewa villa ini seminggu yang lalu, kemudian dijadikan tempat untuk penampungan sementara baby lobster. Baby lobster kan menurut Peraturan Menteri Kelautan bila di bawah 200 gram tidak boleh untuk diekspor,” ujar Kapolres kepada wartawan.

Dikatakan Kapolres, benih lobster ilegal di Cinangka tersebut biasa dikirim ke Jambi kemudian diekspor ke Singapura. “Baby lobster ini masih bibit dan dijual dengan harga murah. Informasinya sudah dikirim ke Jambi sudah lima kali menggunakan jalur darat,” terangnya.

Kapolres menjelaskan bahwa, para pelaku biasa mengambil benih lobster itu dari laut sekitar Laut Selatan Banten dan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat yang ditampung dari para nelayan.

“Mereka ngambil dari laut kemudian ditampung di villa ini. Tempatnya punya instalasi khusus, ada air dingin, ada air lautnya juga. Pelaku biasanya menjual per ekor benih lobster itu seharga Rp15.000,” terangnya. (haryono/tri)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top