Berita

Kursi Tunggu Tak Disediakan, Pengantar Pasien IGD Di RSUD Gunung Jati Lesehan | Cirebon Radio


Kota Cirebon (89,2 CR) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Jati Cirebon mendapat bantuan dari Pemprov Jawa Barat untuk pembangunan IGD Terpadu lima lantai, yang sekarang sedang dibangun. Mengingat Pemprov Jabar menginginkan RSUD yang berada di wilayah Jabar untuk merujuk pada RSUD Hasan Sadikin Bandung dalam pelayanan dan memiliki gedung IGD yang representatif.

Berdasarkan informasi yang dihimpun CR, pada September 2017 Pemprov Jabar mengucurkan dana bantuan sebesar Rp. 30 miliar. Dana tersebut dibagi menjadi dua, diantaranya Rp. 20 miliar untuk pembangunan dan Rp. 10 miliar untuk peralatan rumah sakit.

Namun hal itu kurang terlihat, bahwa bantuan itu benar-benar terealisasikan. Pasalnya, sejumlah warga mengaku tidak mendapatkan fasilitas yang  memadai hingga terbengkalai di emperan parkiran atau teras.

“Yang terjadi ya seperti ini duduk di emperan atau di teras-teras IGD. Kalau ruang tunggu untuk antar pasien itu belum ada. Masa nganter pasien sendirian, yang sakit satu kadang-kadang yang nganter lebih dari dua orang. Otomatis nunggunya diluar,” kata salah seorang penjenguk, Darman (45) di RSUD Gunung Jati Cirebon, Senin (16/04/2018).

Sama halnya dengan Ita (21) salah seorang warga yang mengaku sudah menunggu dua hari di tempat parkiran mobil Dinas RSUD Gunung Jati. Dirinya juga merasa kepanasan, sebab IGD tersebut belum memiliki ruang tunggu untuk pengantar pasien.

“Saya menunggu di parkiran mobil dan membawa anak kecil sampai kepanasan. Tidurnya juga di tempat parkir sambil menggelar tikar bersama keluarga. Saya harap pihak rumah sakit menyediakan fasilitas yang nyaman, biar yang nunggu tidak merasa terbengkalai,” tutur Ita.

Sementara itu menurut salah satu pegawai rumah sakit yang mengkonfirmasi perizinan liputan, pihak rumah sakit belum berkenan untuk diwawancara.

Sumber: pilaradiocirebon.com



To Top
TERHANGAT