Politik

PPP Sebut Tudingan soal Pembungkaman Kritik Itu Tuduhan yang Serampangan



JAKARTA, NNC – Waketum PPP Arwani Thomafi meminta persoalan penangguhan atau suspend terhadap sejumlah akun Twitter tak dikaitkan dengan pemerintah. Hal itu diingatan Waketum PPP Arwani Thomafi. Menurutnya, tak ada kaitan antara suspend Twitter dengan kebijakan pemerintah.

“Persoalan suspend akun Twitter dikaitkan dengan kritik publik terhadap pemerintah dua hal yang berbeda. Suspend akun Twitter sama sekali tidak ada kaitannya dengan kebijakan pemerintah. Karena kebijakan Twitter tidak terkait langsung maupun tidak langsung dengan pemerintah,” kata Waketum PPP Arwani Thomafi kepada wartawan Kamis (14/6/2018).

Dia menyebut, sikap tersebut sama saja dengan platform medsos lainnya. “Seperti tempo hari yang terjadi di Facebook, banyak pengguna FB Indonesia yang data pribadinya diretas,” ujarnya.

Selain itu, Arwani juga mengatakan, tudingan soal pembungkaman kritik adalah tuduhan yang serampangan. Arwani menilai saat ini kritik justru kebablasan dan banyak berseliweran akun tak jelas yang menghina presiden.

Dia menilai, tudingan yang dialamatkan ke pemerintah juga sangat serampangan. Bahkan saat ini situasinya justru kebablasan. Lihat saja di medsos berseliweran penghinaan kepada presiden oleh akun-akun yang tak jelas. 

“Kritik di era demokrasi adalah keniscayaan, tak bisa dicegah. Begitu juga, kebebasan kita dalam mengkritik atau menyampaikan pendapat dibatasi dengan norma hukum, etika, agama dan pertimbangan hak orang lain sebagaimana tertuang di Pasal 28 UUD 1945,” kata dia.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, akun Twitter milik Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dibekukan alias di-suspend. Ia mengaku kaget atas kejadian itu.

Dia mengatakan tak pernah melakukan hal yang melanggar aturan Twitter. Atas dasar itu, Ferdinand menuding pembekuan akun Twitter-nya disebabkan dia sering mengkritik pemerintah.

“Saya tidak pernah tweet tentang pornografi, asusila, menyerang pribadi orang, menyebar hoax, konten kekerasan, saya tidak pernah, saya tidak pernah melanggar itu. Sekarang pertanyaan kenapa akun Twitter saya di-suspend, saya pikir mungkin pemerintah semakin represif terhadap kebebasan berpendapat, baik di lingkup umum maupun media sosial,” sebut Ferdinand.

sumber : netralnews


Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top
TERHANGAT