Berita

Monumen Perjuangan, Kisah Perlawanan Pasukan Kancil Merah di Cirebon


CIREBON- Pasukan Kancil Merah merupakan organisasi bawah tanah perjuangan rakyat Cirebon melawan agresi militer Belanda.

Cerita perlawanan Kancil Merah dimulai saat pemerintah Hindia Belanda mengingkari perjanjian Linggarjati Jati yang berlangsung di Kuningan, Jawa Barat, tahun 1947.

Melalui komandan pasukannya, Letnan Abdul Kadir, pasukan Kancil Merah melakukan gerakan gerilya melawan tentara Belanda tanpa kenal kompromi.

Saat Belanda hendak memasuki Kota Cirebon, di tengah jalan mereka diserang pasukan ini dari berbagai sudut, hingga pecahlah perang bersenjata antar keduanya.

Kini, oleh masyarakat Cirebon pasukan Kancil Merah diabadikan kisahnya dengan membuat tugu  bernama Monumen Perjuangan, yang bertempat di pertigaan Jalan Perjuangan.

“Itu kisah pasukan Kancil Merah saat Cirebon masa agresi Militer Belanda. Pasukan Kancil Merah lincah, dan berhasil mengusir tentara Belanda,” ujar Raffan S Hasyim, sejarawan Cirebon, Minggu (7/10/2018).

Pada tugu Monumen Perjuangan, tampak ilustrasi masyarakat Cirebon ditawan tentara Belanda. Ilustrasi tersebut juga menggambarkan, tentara Belanda menenteng pucuk senjata dan masyarakat Cirebon duduk tak berdaya di bawah kokangan.

Pasukan Kancil Merah sendiri, didirikan oleh Letnan Abdul Kadir, seorang pejuang dari Tentara Keamanan Rakyat (TNI ketika dulu) pada 1947.

Terbentuknya pasukan ini, untuk melawan tentara Belanda menduduki lagi Cirebon ketika Proklamasi dibacakan tahun 1945 oleh Bung Karno.

Tentara Belanda saat menawan masyarakat Cirebon pada ilustrasi tugu Monumen Perjuangan, di pertigaan Jalan Perjuangan, Kota Cirebon. Alwi/pojokjabar.com

Tentara Belanda saat menawan masyarakat Cirebon pada ilustrasi tugu Monumen Perjuangan, di pertigaan Jalan Perjuangan, Kota Cirebon. Alwi/pojokjabar.com

(alw/pojokjabar)

sumber : pojoksatu



To Top
TERHANGAT
close