Berita

Kemenag Terapkan Aturan Baru terkait Penyimpanan Buku Nikah


CIREBON,(KC Online).-

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon menerapkan aturan baru terkait penyimpanan buku nikah.

Jika dulu buku nikah bisa disimpan di kantor urusan agama tiap kecamatan, maka kini buku nikah harus disimpan di Kantor Kemenag.

Hal ini dilakukan demi keamanan, sebab akhir-akhir ini kerap ada pencurian yang membobol KUA, kemudian mengambil banyak buku nikah. Dikhawatirkan ada penyelewenangan terhadap buku nikah tersebut.

‘Demi keamanan kami memang menyimpan buku nikah di Kantor Kementerian saja, jadi nanti KUA kalau ada warganya yang akan melakukan pernikahan tinggal diambil ke Kantor Kemenag, dua hari sebelum pernikahan dilangsungkan buku nikah bisa diambil di kantor, itupun harus mengambil sesuai kebutuhan,’- kata Kepala Kemenag Kabupaten Cirebon H Mujayin, Selasa (13/11/2018).

Menurutnya, biasanya tiap tahun pihaknya selalu menyediakan buku nikah di atas 25 ribu. Per tahun, warga Kabupaten Cirebon yang melangsungkan pernikahan biasanya berkisar di angka 24 ribu-25 ribu orang.

‘Ada daerah yang KUA nya padat melakukan pernikahan, ada yang sedang, dan ada yang tinggi tingkat pernikahannya. Kalau yang tinggi tiap tahunnya biasanya ada di Kecamatan Astanajapura, juga Kecamatan Susukan, sementara yang jarang biasanya ada di Kecamatan Pasaleman,’- katanya.

Sementara itu, terkait rencana penggantian buku nikah ke kartu nikah, menurut Mujayin, pihaknya belum mendapatkan aturannya, seperti Peraturan Menteri Agama, ataupun SK Dirjen.

‘Kami masih menunggu regulasinya, petunjuk pelaksana maupun petunjuk teknisnya pun kita belum tahu,’- katanya.

Menurutnya, pihaknya tetap akan mendukung rencana tersebut karena kartu nikah bisa lebih efektif dibawa ke mana-mana dibandingkan dengan buku nikah.

‘Kami akan ikuti apa yang nantinya diinstruksikan oleh Kemenag. Walau bagaimanapun kartu nikah memang lebih efektif daripada buku nikah,’- katanya. (Fanny)

sumber : kabar-cirebon



To Top
TERHANGAT
close