Berita

Pj Bupati Targetkan Angka Kemiskinan Turun Satu Digit


CIREBON,(KC Online).-

Penjabat Bupati Cirebon Dicky Saromi menargetkan angka kemiskinan di Kabupaten Cirebon bisa turun satu digit dalam lima tahun ke depan.

Saat ini, angka kemiskinan di kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat ini mencapai 12,97 persen. Dengan angka ini, menempatkan Kabupaten Cirebon di posisi ke empat dari bawah sebagai wilayah paling miskin di Jawa Barat setelah Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Kuningan.

‘Saya targetkan lima tahun ke depan itu turun satu digit, misalnya di angka 9 persen dari tadinya 12,97 persen,’- kata Dicky usai membuka kegiatan Deseminasi Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Kemiskinan di Hotel Verse, Kecamatan Kedawung, Senin (17/12/2018).

Menurutnya, sangat penting artinya ketika rencana aksi daerah disusun. Sehingga perencanaan penanggulangan kemiskinan bisa matang dan dijalankan dengan baik.

‘Harus dimatangkan untuk lima tahun ke depan. Yang paling utama adalah pembenahan data, kemudian dimasukkan ke dalam sistem layanan rujukan terpadu (SLRT). Ini membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, jangan hanya Bappelitbangda ataupun Dinsos saja, tapi seluruh pihak,’- ujarnya.

Dicky menggolongkan beberapa kelompok rentan miskin yang harus secepatnya dapat perhatian.

‘Ada kelompok rentan miskin, jadi dia belum miskin tapi berpotensial miskin, misalnya wanita yang bekerja di industri rotan, banyak di antara mereka yang jadi kepala keluarga. Program harus disusun secepatnya untuk mengambil tindakan terhadap berbagai ragam kelompok yang masuk kategori rentan miskin ini,’- ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan pada Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah Kabupaten Cirebon Agung Gumilang mengatakan, target Kemiskinan untuk turun satu digit seperti yang dikatakan oleh Penjabat Bupati bukan hal yang mustahil.

‘Sejauh cara kerja kita logis dan masuk akal, target turun satu digit itu saya rasa bisa terpenuhi,’- katanya.

Menurutnya, sejak 2014 hingga 2017 angka kemiskinan di Kabupaten Cirebon turun rata rata 0,6 persen. Turunnya yang sedemikian lambat ini disebabkan oleh simpang siurnya data yang akhirnya berpengaruh juga terhadap penanganan kemiskinan.

‘Makanya program SLRT yang sebentar lagi akan diluncurkan itu diharapkan bisa menjadi pintu masuk penanganan kemiskinan yang real. Sebab melalui SLRT datanya akan pasti. Nanti tiap desa akan terhubung, tiap warga yang belum dapat akses ke bidang pendidikan atau kesehatan akan terhubung,’- ujarnya.

Agung menambahkan, program SLRT harus masuk ke RPJMD Bupati berikutnya, dan program tersebut akan dikawal tiap tahunnya.

‘Ketika data sudah diperbaiki maka kita akan fokus terhadap penanganannya,’- ujarnya. (Fanny)

sumber : kabar-cirebon

loading...


To Top
TERHANGAT
close