Politik

Nyaleg Bukan di Kandang, Komang Takuaki Banuartha Siap Rebut Satu Kursi DPRD Gianyar Dapil Sukawati


Keterangan foto: Caleg DPRD Gianyar dapil Kecamatan Sukawati, dari Partai Golkar nomor urut 4, Komang Takuaki Banuartha/MB

Gianyar (Politik) –

Maju nyaleg dari “kandang sendiri” atau kampung halaman sendiri saja sudah berat. Apalagi nyaleg di dapil (daerah pemilihan) dan “kandang” lawan politik, tentu lebih berat lagi dan perlu perjuangan serta kerja keras super ekstra. Ibaratnya “kerja bagai kuda” tak kenal lelah.

Kondisi itulah yang dialami caleg DPRD Gianyar dapil Kecamatan Sukawati, dari Partai Golkar nomor urut 4, Komang Takuaki Banuartha. Walau nyaleg di luar “daerah kekuasaannya”, pria asal kelahiran Banjar Sindu, Desa Sayang, Kecamayan Ubud yang kini tinggal di Banjar Tegeha, Desa Batuyang, Kecamatan Sukawati itu, tak ciut nyali.

Bahkan ia merasa tertantang untuk nyaleg dapil Sukawati dan menunjukkan pengabdian nyata untuk masyarakat Gianyar secara keseluruhan. “Kalau menang di kandang sendiri itu sudah biasa, kalau kalah sangat malu. Kalau  kalah di kandang orang itu  biasa, tapi kalau  menang itu luar biasa,” katanya saat ditemui di Sukawati, Gianyar, Minggu (10/2/2019).

Pria yang puluhan tahun bergelut di dunia pariwisata seperti travel agent ini mengaku awalnya tidak terpikirkan maju nyaleg. Namun ada dorongan besar berkecamuk dalam dirinya agar ikut berjuang membangun daerah di tanah kelahirannya Gianyar dan juga membesarkan induk partai tempatnya bernaung yakni Partai Golkar.

Sayangnya, ia terlambat mendaftar ke DPD Golkar Gianyar untuk maju DPRD Gianyar dapil Kecamatan Ubud dan kuota bakal calegnya sudah terisi penuh. Namun untuk dapil Kecamatan Sukawati masih ada slot kosong sehingga dirinya memutuskan nyaleg dari sana.

“Dimanapun maju nyaleg, biar di kandang atau tidak, bagi saya tidak ada masalah. Memang agak berat karena bukan di kampung sendiri, belum dikenal baik. Tapi tidak ada yang susah kalau sudah dicoba,” ungkap Banuartha yang lebih akrab disapa Banu ini.

Kerja Nyata, Ubah Paradigma Janji-janji Palsu

Ia pun langsung bekerja ekstra, turun ke masyarakat dengan melakukan aksi nyata yang sebenarnya sudah juga dilakukan sejak sebelum menjadi caleg. Namun kali ini lebih terpola dan bersinergi dengan caleg DPRD Bali dan caleg DPR RI dari Golkar maupun sesama caleg DPRD Gianyar di dapil yang sama dari Golkar.

“Saya banyak dibantu jaringan teman-teman pariwisata dengan gerakan door to door langsung bertemu masyarakat. Jadi saya bisa menyerap dan mendengarkan langsung keluhan dan aspirasi mereka,” kata pria yang juga Ketua Dewan Pengawas Tata Krama DPD Asita Bali itu.

Ketika hadir di tengah masyarakat untuk simakrama, ia juga mendengar langsung masyarakat banyak membicarakan kebutuhan dan kesakithatian. Sakit hati artinya mereka dulu salah pilih caleg menjadi anggota Dewan dan kini mereka tidak dihiraukan.

“Jadi kami lebih berikan pengertian, bukan janji. Ini untuk mengubah paradigma janji-janji palsu agar tidak menjadi momok bagi masyarakat,” ujar pria yang juga Bendahara DPD Partai Golkar Bali di bawah kepemimpinan Plt. (Pelaksana Tugas) Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer itu.

Maju ke DPRD Gianyar dengan latar belakang profesional di sektor industri pariwisata membuat Banuartha paham betul apa masalah atau tantangan serta peluang atau potensi Gianyar tidak hanya di sektor pariwisata tapi sektor pendukung lain seperti pertanian dan ekonomi kreatif. Ia juga punya perhatian besar pada dunia pendidikan dan upaya pelestarian lingkungan.

“Potensi pariwisata belum maksimal dikembangkan di Gianyar. Daerah ini punya pantai, daya tarik seni budaya, pasar tradisional, pasar seni yang harusnya bisa lebih optimal dikembangkan jadi objek pariwisata. Jadi saya merasa terpanggil untuk ikut membangun pariwisata Gianyar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” beber Ketua HIPMI Peduli Bali itu.

Ia pun optimis bisa merebut kursi DPRD Gianyar dapil Sukawati yang saat ini baru ada satu kursi Golkar dari total tujuh kursi Golkar di DPRD Gianyar hasil Pileg 2014. “Kami optimis minimal dua kursi dari dapil Sukawati untuk Golkar dari total 8 kursi yang ada,” tandas Ketua PDK Kosgoro Kabupaten Gianyar.

Pewarta: Widana Daud
Editor: Hana Sutiawati

sumber : metrobali


Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top
TERHANGAT
close